Selama ini kita memaknai kata “doa” sebagai sebuah permintaan atau permohonan kepada Allah atas suatu keinginan. Namun sebenarnya persepsi ini keliru. Artinya makna kata “doa” sebenarnya bukan itu. Mari kita bahas.
Doa berasal dari akar kata da-‘a-wa (د ع و) yang bermakna “menyeru atau memanggil”. Dari sini saja kita sudah dapat mengetahui bahwa doa yang selama ini kita persepsikan sebagai sebuah permintaan/permohonan ternyata tidak bermakna demikian. Doa hanya bermakna “menyeru/memanggil”. Mari kita telusuri penggunaannya dalam al-Qur’an.
Perhatikan ayat berikut:
لَّا تَجْعَلُوا دُعَاءَ الرَّسُولِ بَيْنَكُمْ كَدُعَاءِ بَعْضِكُم بَعْضًا
“Janganlah kalian menjadikan seruan (دعاء) Rasul di antara kalian seperti seruan antar satu dengan lainnya di antara kalian.” (An-Nur: 63)
Dari ayat di atas kita dapat memaknai dengan jelas bahwa doa bermakna seruan atau spesifiknya seruan dari Rasul yang harus dianggap serius dan tidak boleh dipermainkan.
Karena doa bermakna seruan, maka orang tuli tidak dapat mendengar seruan sebagaimana firman Allah:
قُلْ إِنَّمَا أُنذِرُكُم بِالْوَحْيِ ۚ وَلَا يَسْمَعُ الصُّمُّ الدُّعَاءَ إِذَا مَا يُنذَرُونَ
“Katakanlah, “sesungguhnya Aku memberi peringatan dengan wahyu dan tidaklah orang tuli mendengar seruan (دعاء) apabila mereka diberi peringatan.” (Al-Anbiya’: 45)
Kita salah memahami makna “doa” menjadi permintaan karena memang sebelum kita mengajukan permintaan kepada Allah, tentu kita menyerunya terlebih dahulu sebagaimana firman Allah:
هُنَالِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهُ قَالَ رَبِّ هَبْ لِي مِن لَّدُنكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ
“Di sanalah Zakaria menyeru/memanggil (دعا) Tuhannya kemudian berkata (قال) Tuhanku berikanlah kepadaku keturunan yang baik, sesungguhnya Engkau mendengar seruan (دعاء).” (Ali Imran: 38)
Dari ayat ini, mari kita cermat memisahkan mana yang bermakna seruan (doa) dan mana yang berupa redaksi permintaan. Untuk redaksi permintaan, Allah tidak menggambarkan Zakaria yang memohon menggunakan kata doa (دعا) akan tetapi menggunakan kata qala (قال). Dari sini nampak jelas bahwa doa hanya bermakna seruan/panggilan dan bukan bermakna permintaan.
Apabila teman-teman sekalian masih penasaran akan kesimpulan yang saya sampaikan, silakan melakukan penelusuran dalam al-Qur’an secara mandiri adakah teman-teman menemukan kata “doa” yang bermakna “permintaan atau permohonan”. Tulis di kolom komentar.
Selanjutnya kita perlu membahas juga di tulisan lain, benarkah Allah berjanji mengabulkan permintaan?
3 Comments
Nyimak pak ustas
Ok
Terima Kasih Tuan Guru.
🙏🙏🙏